Mengenal Atlet Perempuan yang Mewakili Indonesia di Tokyo Olimpiade 2020

Dari 28 atlet yang bertanding di Olimpiade Tokyo 2020, 12 di antaranya adalah perempuan-perempuan yang memiliki prestasi membanggakan. Mungkin sudah banyak yang mengenal Greysia dan Apriyani setelah mereka memenangkan medali emas di cabang olahraga bulutangkis ganda putri. Sekarang yuk kita berkenalan dengan 10 atlet perempuan lainnya yang memiliki cerita tak kalah menarik.

1. Nurul Akmal

Dalam ajang olahraga tingkat internasional ini, kita sering mendengar nama Nurul Akmal di berbagai media. Nurul Akmal adalah atlet lifter atau angkat besi putri Indonesia. Olimpiade Tokyo 2020 adalah tempat Akmal debut di kelas berat +84 kg. Sebelumnya, Nurul telah beberapa kali menjalankan turnamen kualifikasi sejak 2018.

Nurul berhasil mencetak sejarah sebagai atlet dari Aceh pertama yang berlaga di Olimpiade setelah 30 tahun silam. Ia bercerita bahwa di awal karirnya sebagai atlet lifter, ia sempat takut karena tidak memiliki pengetahuan maupun keluarga yang ada di bidang ini. Namun sekarang ia mengaku nyaman dengan cabang olahraga angkat besi dan sekarang sedang menempuh pendidikan di Universitas Abulyatama Aceh, Fakultas Pendidikan Olahraga.

2. Windya Aisah

Windy adalah atlet Indonesia pertama yang menyumbangkan medali untuk Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020. Ia adalah atlet cabang olahraga angkat besi nomor 49 kg putri. Windy berhasil meraih medali perunggu.

Windy bercerita, inspirasinya dalam menjalani kehidupan atlet lifter adalah ibunya. Sang ibu, Siti Aisah adalah mantan atlet angkat besi Indonesia yang telah menyumbang berbagai kejuaraan dunia di tahun 1927. Ibunya juga yang telah mengantarkan dirinya masuk ke klub angkat besi di Bandung. Di usianya yang ke 19 ini, ia telah meraih 3 medali emas di Uzbekistan bulan Mei lalu.

3. Gregoria Mariska Tunjung

Kelahiran Wonogiri, 11 Agustus 1999, Gregoria mewakili Indonesia untuk cabang olahraga bulu tangkis di Olimpiade Tokyo 2020. Sebelumnya, Gregoria telah menjuarai banyak laga sebagai pemain tunggal putri. Salah satunya di ajang Singapore International Series 2015. Gregoria juga menjuarai nomor tunggal putri untuk turnamen Victor Indonesia International Challenge (VIIC) 2015.

Ayahnya, Gregorius Maryanto bercerita, anaknya ini telah menaruh minat pada bulutangkis sejak berusia 5 tahun. Gregoria lalu sering berlatih dengan ayahnya dan akhirnya ikut kursus di Solo.

4. Melati Daeva Oktavianti

Melati adalah atlet Indonesia yang berlaga di cabang bulutangkis ganda campuran. Di Olimpiade Tokyo 2020, ia dipasangkan dengan Praveen Jordan. Melati mengaku sangat tegang di ajang internasional ini karena tahun ini merupakan debutnya bermain di Olimpiade. Sebelumnya ia pernah meraih medali emas di Kejuaraan Dunia Junior BWF 2012 bersama Edi Subaktiar.

5. Alvin Tehupeiory

Alvin Tehupeiory adalah atlet cabang olahraga lari. Di Olimpiade Tokyo 2020 ini, ia mewakili Indonesia di nomor 100 meter putri, melalui wildcard berdasarkan keputusan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI).

2019 lalu Alvin mencapai catatan waktu terbaik yaitu 11,64 detik. Di Kejuaraan Nasional 2019 lalu, Alvin memecahkan rekor nomor lari 100 meter putri nasional dengan catatan waktu 23,76 detik. Prestasi inilah yang konon mendorong PASI untuk memberikan jatah tampil di Olimpiade Tokyo 2020 di cabang olahraga atletik.

6. Azzahra Permatahani

Azzahra Permatahani adalah atlet cabang olahraga renang yang tahun ini berusia 19. Di usianya yang masih muda, ia telah memegang tiga rekor nasional yakni 200 meter gaya dada putri, 200 meter gaya ganti putri, dan 400 meter gaya ganti putri. Bahkan dirinya telah menembus limit B nomor 200 meter gaya ganti putri. Ia juga peraih medali perak nomor 200 meter gaya ganti perorangan putri pada SEA Games 2019 di Filipina.

7. Vidya Rafika Rahmantan Toyyiba

Vidya Rafika Toyyiba merupakan seorang atlet cabang olahraga menembak yang ikut mewakili Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020. Ini juga menjadi Olimpiade pertama untuk Vidya.

Vidya menekuni cabang olahraga menembak mengikuti jejak ibunya. Sang ibu, Gusti Ayu Indra Dewi, pernah meraih medali perunggu untuk kategori 50 meter rifle di PON 2011 Riau. Ia mengaku tertarik dengan olahraga menembak karena sering dibawa ibunya ke lapangan untuk latihan. Vidya menekuni olahraga menembak sejak kelas 3 SD. Sebelumnya ia berhasil meraih dua medali emas pada SEA Games 2019, yang berlangsung di Filipina.

8. Mutiara Rahma Putri

Mutiara adalah atlet Indonesia cabang olahraga dayung. Ia berpartisipasi untuk pertama kalinya di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang olahraga rowing yang turun di nomor lightweight women double sculls (LWX2) atau dayung kelas ringan ganda bersama Melani Putri.

Mutia, yang biasa dipanggil Tia ini terlahir di keluarga yang gemar olahraga. Almarhum ayahnya berprofesi sebagai guru olahraga, sedangkan kakak laki-lakinya menjadi atlet polo air Jambi. Sebelum mengikuti Olimpiade Tokyo 2020, Tia sudah mendapatkan 8 medali dari berbagai perlombaan. Di antaranya medali perunggu SEA Games Philipina 2019, medali emas SEARF Junior Thailand 2019, dan medali emas POPNAS XV Situ Cipule Karawang Jawa Barat 2019.

9. Melani Putri

Melani Putri merupakan atlet rowing kelahiran Karawang, 21 Juli 2020. Bersama Mutiara, ia mewakili Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020. Melani dan rekannya Mutiara Rahma Putri bertanding di Sea Forest Waterway, Tokyo Bay. Walaupun belum berhasil menembus babak semifinal, Melani tak patah semangat.

Dia dan Mutiara menyebut hasil di Olimpiade Tokyo 2020 ini sebagai pelajaran berharga. Pada saat bertanding mereka membukukan waktu 8 menit 3,19 detik dan berada di peringkat enam pada heat pertama. Sebelumnya, Melani telah meraih berbagai kejuaraan, baik tingkat pelajar, Porprov (provinsi), PON (nasional), hingga kejuaraan tingkat Asia, yakni Asian Games.

10. Diandra Choirunisa

Diananda Choirunisa merupakan atlet panahan yang ikut serta mewakili Indonesia. Pada Asian Games 2018, atlet berusia 24 tahun ini berhasil meraih medali perak. Selain itu, berbagai prestasi lain juga ditorehkan perempuan kelahiran Surabaya ini seperti SEA Games Kuala Lumpur 2017 misalnya, Diananda membawa pulang dua medali emas dan satu medali perak.

Sebelumnya, atlet yang kerap dipanggil Nisa ini menekuni cabang olahraga pencak silat mengikuti jejak ayahnya. Namun akhirnya ia memilih panahan seperti ibunya, Ratih Widyanti yang juga merupakan atlet panahan Jawa Timur.

Itulah cerita 10 atlet perempuan asal Indonesia yang mewakili negara kita di ajang Olimpiade Tokyo 2020. Kami, tim Woobiz selalu bangga atas pencapaian perempuan yang mengharumkan nama Indonesia. Semoga semakin banyak atlet perempuan di Indonesia yang berprestasi ya!

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Kisah Mitra Sukses Woobiz

Woobiz selalu berupaya yang terbaik untuk Mitra. Sebagai bentuk apresiasi Woobiz kepada Mitra, rubrik Kisah Sukses Mitra akan menjadi…