Di Jam Berapakah Kita Sebaiknya Bekerja Agar Tetap Produktif?

Apa yang biasa kamu lakukan ketika lelah bekerja namun merasa tidak produktif? Di masa pandemi ini, mayoritas bekerja dari rumah atau WFH (work from home). Walaupun terdengar menyenangkan, WFH kerap memiliki tantangan tersendiri khususnya dalam mengatur waktu.

Daniel Gold, seorang spesialis produktivitas dan penulis Evernote: The Unofficial Guide to Capturing Everything and Getting Things Done memberikan 5 strategi untuk memahami ritme waktu terbaikmu untuk bekerja agar senantiasa produktif.

1. Temukan waktu di mana kamu bisa lebih luang dan tenang (jika memungkinkan).

Idealnya, untuk bisa benar-benar produktif, kita perlu mengetahui jadwal atau ritme natural kita. Namun jika pilihanmu terbatas, misalnya karena ada anak-anak di rumah, kamu bisa menetapkan jadwalmu ketika mereka sedang tidur siang atau pergi sekolah dan les. Jika menentukkan waktu dirasa sulit dan tidak memungkinkan, kamu bisa melewati tahap ini dan lanjut ke langkah selanjutnya.

2. Telusuri Waktumu (dan Perasaanmu)

Memahami diri kita adalah kuncinya. Agar bisa memanfaatkan waktu dengan baik, kamu perlu mengetahui bagaimana selama ini kamu menghabiskan waktumu. Daniel Gold menyarankan untuk mencatat apa saja yang kamu lakukan beserta keterangan waktunya. Tidak perlu dibuat dengan rumit, di tulis di kertas pun tidak masalah. Atau mungkin kalau kamu lebih nyaman mencatatnya secara digital, kamu bisa menggunakan salah satu aplikasi manajemen di ponsel pintarmu.

Tulislah dengan jujur, lalu identifikasi perasaanmu. Misalnya, apakah mengerjakan pengiriman pesanan di sore hari adalah waktu yang tepat, apakah kamu merasa antusias atau kelelahan saat mengerjakannya. Jika perasaanmu baik saat mengerjakannya, maka kamu bisa menetapkan pekerjaan tersebut di jadwal yang sama, jika tidak kamu bisa mengubahnya.

3. Menganalisis Fokus

Daniel Gold mengatakan, “Pola akan muncul dengan sendirinya jika kita mulai melacaknya,”

Jika kamu dapat mengerjakan sebuah pekerjaan selama 90 menit atau lebih dengan hanya istirahat kecil, itu pertanda kamu sedang bekerja pada produktivitas puncak. 

Sebaliknya, jika ketika kamu mengerjakan sesuatu sambil beralih bolak-balik dari satu hal ke hal berikutnya, misalnya membuka Instagram 20 menit di sela pekerjaan, menurut Daniel itu adalah tanda disengagement. Kamu kemungkinan sedang berada di level energi yang rendah.k

4. Pikirkan Kembali

Pasti ada masanya kita tidak sesibuk sekarang. Pada jam berapa biasanya kamu melakukan pekerjaan terbaikmu? Pertanyaan itu penting untuk dipikirkan kembali. Jika kamu senantiasa begadang sampai jam 3 dini hari, belum tentu kamu adalah seorang night owl atau orang yang lebih cocok bekerja di malam hari. 

5. Bertanya Pada Sekitarmu

Jika kamu tidak yakin kapan waktu terbaikmu, kamu bisa bertanya pada orang-orang di sekitarmu, seperti pada teman atau kolega kerjamu. Tanyakan pendapat mereka tentang waktu terburukmu dalam mengerjakan pekerjaanmu. Misalnya, dengan mengetahui bahwa kamu ternyata sulit diajak berdiskusi di sore hari, atau sering mengantuk di jam 1 siang dapat membantumu merubah jadwal pekerjaan ke waktu yang lebih efektif.

Itulah 5 tahap yang bisa kamu lakukan untuk memahami waktu terbaik dari dirimu agar bisa lebih produktif. Selamat mencoba!

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Produk Terbaru Minggu Ini

Halo Superwoomen! Kabar bahagia.. Woobiz tiap minggu akan secara rutin update produk terbaru. Jadi, pastiin kamu terus pantengin…